mereka belum mengenal saya,,,

” Ya Allah, jadikan aku lebih baik daripada semua yang mereka sangka, dan ampuni aku atas aib-aib yang tak mereka tau”

doa Abu Bakar disuatu kisah,,,mengharu biru saat ketika mendalami kata perkata yang diolontarkan,,mungkinkah kita bisa menjamah doa tersebut dalam pribadi kita sendiri?? semoga,,, InsyaAllah,,

dalam setiap kisah, saya selalu bertemankan orang yang paling istimewa dalam setiap siklus perjalanan saya,, insan-insan yang luar biasa yang selalu mengantarkan saya dalam fase penyadaran bahwa saya begitu tidak sebaik yang mereka kira atau tidak sesempurna mereka prasangka,,
setiap kali mungkin ada goresan luka yang terselip dari lidah papa saya,, selalu ada sayatan berdarah dari kata saya yang tak sempurna, atau semena-menanya saya menganiaya mereka saat saya berada dalam fase ketidakstabilan hormon bulanan saya,,Ma’afkan saya teman,, 😦
begitu takut mungkin jika seandainya mereka tau siapa saya, takut ditinggalkan, takut tak berhikmah lagi dalam kebersamaan,,

pernah suatu masa saya membercandai salah satu sahabat saya
“jika seandainya kamu tau betapa hina dina saya,, apakah kamu akan meninggalkan saya??”
“kondisikan dulu seberapa hina dinanya kamu,, apakah melebihi saya atau masih dibawah saya” ujar sahabat saya itu
“jika melebihi kamu??” tanya saya was-was
“mungkin…… ”

saya terguncang,,, meski tak ada sambungan kata disana,, 2  pilihan “meninggalkan atau tetap membersamai saya dalam persaudaraan”

seketika saya takut jika jawaban yang mungkin itu adalah “meninggalkan” saya,,

saya tak mempersalahkan pilihan teman saya ini, karena itu adalah hak dia dalam membentangkan garis persahabatan,, tapi, yang saya khawatirkan adalah sangat begitu pilu jika saya bersendirian dalam perjalanan saya,,sangat tidak berhikmah dalam kesendirian saya, dan mungkin saya akan hidup dalam keadaan sia-sia,,, Na’uzubillah

*mereka belum mengenal saya,,,siklus Kom-Kel silkus pengenal pribadi masing2,,
_______________________________________________________

berhikmah dalam persaudaraan adalah bagaimana saling memberi perjalanan Rohani, membuka cakrawala menuju Illahi Rabbi,, membuka lintasan fikiran yang syurgawi,, melintas indah dalam fase kebersamaan mencapai cinta diatas Cinta,,,

_________________________________________________________

Kita, Prasangka, Merekaoleh : Ustadh Salim A. Fillah

Kita hidup ditengah  khalayak yang selalu berbaik sangka,,

alangkah berbayahanya,,
terlalu percaya pada baik sangka mereka,,
membuat kita tak lagi jujur pada diri,,
atau menginsyafi, bahwa kita tak seindah prasangka itu,,

tapi keinsyafan membuat kadang berfikir,,
bersediakah mereka tetap jadi saudara
saat tahu siapa kita sebenarnya
kadang terasa, bersediakah dia tetap menjadi sahabat
saat tahu hati kita tak tulus, penuh noda dan karat
dan… bersediakah dia tetap mendampingi kita dalam dekapan ukhuwah
ketika tahu bahwa iman kita berlubang-lubang

inilah bedanya kita dengan sang Nabi
dia percaya, karena dia dikenal sebagai Al-Amin, orang yang dipercaya
sementara kita percaya, justru karena mereka semua tidak mengenal kita,,

yang ada hanya baik sangka..
mari kita hargai dan jaga semua baik sangka itu dengan berbuat sebaik-baiknya
atau sekurang-kurangnya dengan doa yang diajarkan abu Bakar lelaki yang penuh baik sangka dalam diri dan sesama

“Ya Allah, jadikan aku lebih baik daripada semua yang mereka sangka, dan ampuni aku atas aib-aib yang tak mereka tau”
atau doa seorang tabi’in yang mulia:”Ya Allah, jadikan aku dalam pandanganku sendiri sebagai seburu-buruk makhluk,
dalam pandangan manusia sebagai yang tengah-tengah,
dan dalam pandangan-Mu sebagai yang paling Mulia”

Fase 27 April 2013

Beberbicara dengan orang penting mungkin sesuatu yang menghebohkan saya rasa,, sebuah aprisiasi yang patut dibanggakan mungkin,, tapi tidak dengan saya kali ini,, berbincang dengan sosok ibu, Istri dari seorang pemimpin mestinya menggambarkan ke arifan dan didikan yang memajukan anak bangsa kedepannya,, tapi TIDAK untuk sang ibu ini,,, seketika saya menyadari bahwa ia bukan pemimpin yang saya inginkan,,

Ceritanya bermula saat saya menyinggahkan diri kesebuah rumah mewah, rumah tempat bersemayamnya sang pimpinan dan istrinya,, tujuan kedatangan saya mengantar sebuah proposal kegiatan kemasyarakatan. saya tak sempat mengobrol banyak sama si bapak, karena kesibukan yang ia miliki,, namun saya mendengar kecengan tak berbobot dari sang istri,, pembicaraan beralih ketitik yang membuat saya jenuh,,,

“dulu sebelum birokrasi PNS seperti ini, bapak masih bisa memasukkan keponakannya dalam daftar yang bisa diterima” kata si Ibu menatap lekat kemata saya,,,seolah taka da rasa malu disana,, saya hanya mendegar geli,,,

“kalau birokrasi yang sekarang teramat susah memajukan saudara atau keponakan masuk dalam daftar kepegawaian, karena birokrasi yang telah jelas,, disitu adalah ruangan bapak mengusungkan saudara dan keponakannya masuk daftar kepegawaian”,, si ibu menunjukkan rungan tertutup tempat si bapak membuat rencana yang tak terdidik,,, saya menelan ludah pahit saat mendengar cerita si Ibu,, betapa sangat murahan kata-kata yang diolontar,, membuat saya sangat menyayangi betapa tidak terdidiknya pemimpin sekarang,,,

Yang saya herankan,, mengapa begitu gamblang si Ibu melontarkan aibnya, padahal saya bukan sanak familinya, padahal saya tidak ada sangkut payut dengan sistem pemerintahannya (dalam hal kependudukan). Tapi ia begitu jelas mengungkapkan kebodohonya seolah-olah saya tak akan menyalahinya, seolah-olah dia bangga menceritakanya,, seolah-seolah,,,

pilu memang hidup dalam birokrasi sang pemimpin tak mengerti tentang hakikat ke khalifahan, tidak paham tentang amanah yang dititipkan, tidak mampu membersamai hidup dalam keselarasan.

Kabar dari pembicaraan saya dalam rumah mewah tersebut, bahwa si bapak akan mengajukan diri jadi pemimpin pemerintahan provinsi,,, saya tersenyum kecut,,, mungkin provinsi ini akan jadi bualan-bualan tak mengelokan dengan rencana tak berbobot hasil pikiran pemimpin yang tak berbobot,,jika si Bapak naik jadi pucuk pimpinan,,,Na’uzubillah,,,

Andai kata kita hidup dibawah kepemimpinan layaknya sang khalifah, minimal dibawah pimpinan orang yang paham hakikat khalifah, minimal dibawah pimpinan orang yang paham tentang konsekuensi amanah,, sungguh itu akan terasa indah,,,

Masih ingat kisah Umar Ibnu Khatab yang merayap tengah malam hanya ingin melihat kondisi rakyatnya,, apakah rakyatnya bermimpi indah dalam tidurnya atau menangis pilu menahan lapar,,

Atau keteladanan Rasulullah sang pemimpin sejati yang selalu menunjujkkan kesederhanaan, menjadi sosok yang dapat dipercaya keamanahannya sampai-sampai musuhnya pun menitip barang berharga kepadanya saat sang musuh bepergian jauh,, tidur beralaskan pelapah kurma, padahal dalam hal harta ia memiliki istri terkaya,,

Coba kita tanyakan satu persatu pemimpin bangsa,, seberapa persenkah mereka tau kondisi rakyatnya?? Lalu kita kalkulasikan dengan fakta yang sebenarnya,, mungkin hanya 0,1%  kepedulian sang pemimpin kepada rakyatnya,, selebihnya

“EMANG GUE PIKIRIN”

 

 

fase 08 Mei 2013 (1)

melepas penat tepatnya,,,setelah melahap habis mie pangsit telur puyuh,,kali ini saya tidak sendiri disana.  selepas makan saya dan sahabat saya ini melalang buana ke gramedia,,curi-curi baca sekedar melepas dahaga,,, memang kebiasaan saya jalan-jalan ke gramedia bukan untuk membeli sebuah buku atau sebatang pena,,tapi hanya merambat  kata yang menurut saya bermanfaat untuk saya dan orang banyak,,,
terpikat dengan sebuah buku dan membacanya kemudian mengetik kata disana di HP buntut yang saya punya adalah hobi saya,, tanpa peduli lirikan kiri-kanan orang sebelah saya,, hehe

“manusia sering tidak sadar pada nafasnya,,bagaikan ikan yang tidak sadar pada air tempat ia berada,,,” dalam buku pemulihan jiwa 2 karangan dedy susanto,,,

buku kecil ini mengantarkan saya dalam fase penyadaran,,,bahwasanya benar adanya kita sering lupa mensyukuri tetesan kecil yang amat berharga yang dihantar Tuhan untuk kita,,entah bagaimaimana mungkin hidup kita jika seandainya hal-hal kecil itu tak kita nikmati keberadaannya, mungkin saja kitapun tak akan merasakan nikmat-nikmat yang maha dahsyat lainnya,,,

Allah selalu mengirim hal kecil dan biasa dinikmati,, agar kita terbiasa mensyukuri,,tapi kita sering kali lupa akan hakikat keberadaan nikmat yang diberi,, kita sering tergesa mengangap itu hal biasa,, padahal kalau difikir lebih jauh kembali sungguh mungkin kita tak akan pernah berhenti mensyukuri,,

rumah kayu (2)

masih di rumah  kayu berlantai dua kala itu,, saya berbincang hangat bersama walid dan umak saya,, semacam melepas rindu setelah sekian lama tak bertemu,,
tiba-tiba walid berujar,,

“dulu,, saat anak-anak walid baru lahir kedunia,,walid selalu berdo’a ‘ya Allah jika anak ini bermanfaat untuk agama-Mu dan orang banyak maka panjangkanlah umurnya, namun jika tidak ambillah dia sekarang juga”

bagai tersengat aliran listrik yang luar biasa dan seketika menyadarkan saya,,betapa orangtua saya menggantungkan harapan yang maha dahsyat kepada saya dan adik-adik saya.

semacam rindu

namanya azzura tepatnya syarifah azzura nabila,, tapi saya sering memanggilnya nabila,, umurnya baru 6 tahun 13 febuari kemarin,, anaknya manis dan amat teramat lucu,, meski terkadang sering membuat saya kesal karena sering mengotak atik barang-barang saya,, hhehe,, hobinya nyayi dan menari, warna kesukaannya pink atau merah jambu, makanan kesukaanya ice krim,,teman dekatnya Hirah (anak tetangga sebelah),,

setiap kali saya menelpon atau ditelpon,, dia selalu minta dibelikan baju, tas, ikat rambut,sepatu,kalung, dan gelang yang berwarna pink,, lalu meminta saya untuk mendengar nyanyiannya,, meski kuping saya sudah panas dingin, dia tetap memaksa saya untuk mendengar,, sesekali dia juga memaksa saya untuk memberi HP kepada sesiapapun yang kebetulan berada didekat saya saat saya menelpon,,katanya sih dia pengen ngobrol sama teman saya,,, kacau,, saking cerewetya teman saya galau menjawab pertnyaanya..

setiap kali saya pulang kampung,, dia selalu sok malu-malu menyalami saya,, seolah-olah saya bagai orang asing dimatanya,, nah, giliran ngeluarin oleh-oleh dia baru mendekati saya,, dengan iming-iming “oleh-oleh gak dikasih kalau dia gak mau cium saya”. dengan gaya sok calm dia mendekat dan mencium pipi saya,,

berbeda lagi dengan si Shohib,, umurnya 16 tahun sejak 13 April kemarin,, tepatnya Said Muhammad Shahib marbath,, yang membuat saya tidak habis fikir kenapa namanya tiba-tiba berubah jadi Sohib,,tapi itu no coment lah, karena hakikat maknanya tak berubah,, Shohib anaknya kurus ceking tapi ganteng, hidungnya mancung dan manis, hobinya main basket, warna kesukaanya putih, teman dekatnya fadel (abangnya si Hirah teman dekat si Azzura), makanan kesukaannya mie, lumayan bandel tapi terkadang amat bijaksana, ,sekarang duduk di kelas X MA Darul Ulum Banda Aceh. sudah lama memang saya tak mendengar suaranya,, karena sekolah tidak diperbolehkan memakai HP. sesekali ketemu dia bercerita banyak hal,, mulai dari gejolak hatinya hingga rancangan-rancangan masa depannya,, dia anak pintar (masuk 3 besar), banyak olimpiade/kompetisi yang telah dia ikuti,, mulai dari sains, olah raga, dan melukis. saya tidak tau bakat lukis dari siapa yang  didapat, karena kami sekeluarga besar tak ada ahli lukis,,tapi sejujurnya saya belum pernah melihat lukisannya,,:)

ya,, itu adalah adik-adik saya,,,
adik-adik yang selalu saya rindui disetiap detik hidup saya,,
adik-adik yang saya rindui pertengkaran kecilnya,, 🙂